My First Islamic Worldview
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Alhamdulillah, melalui blog ini saya berkesempatan berbagi pengalaman pertama kali saya menulis di dalam blogger dan berbagi ilmu yang telah saya dapatkan dari materi perkuliahan Islamic Worldview di bawah bimbingan dan pengarahan Dr.Wido Supraha, M.Si.
Islamic Worldview adalah cara pandang hidup seorang Muslim dalam melihat suatu permasalahan. Istilah Islamic Worldview juga semakin populer dan semakin sering terdengar di kajian-kajian ilmiah. Istilah ini bisa dikatakan dipopulerkan oleh Syed Naquib Al-Attas dalam menjelaskan konsep akidah Islamiyah secara saintifik. Beliau merupakan seorang cendekiawan dan filsuf muslim saat ini yang berasal dari Indonesia dan telah menetap dan menjadi warganegara Malaysia.
Syed Naquib Al-Attas mengartikan istilah Worldview dengan "Ru'yah Al-Islam li al-wujud" yang berarti pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati kita dan yang menjelaskan hakikat wujud. Oleh karena apa yang dipancarkan Islam adalah wujud yang total, maka Worldview Islam berarti pandangan Islam tentang wujud. Pandangan wujud ini bisa berupa pandangan tentang teologis, filosofis, ontologis, epistemologis, sosiologis, arkeologis, biologis dan logis-logis lainnya.
Mengapa Islamic Worldview itu penting untuk dipelajari? Menurut Dr.Wido Supraha yang dapat saya ambil dari pernyataan beliau menyatakan bahwa pondasi Islam harus menjadi pondasi yang mendasar, karena akan membawa kita selaku seorang murid agar tidak meremehkan kosakata atau satuan-satuan kata, karena menurut beliau lagi, tidak akan ada kalimat jika tidak ada kumpulan kata-kata, dan setiap murid yang mempelajarinya harus memahami setiap kata.
Beliau juga menyebutkan, jika kita berada di dalam posisi sebagai seorang murid yang artinya "Mu'addab", berarti itu menegaskan bahwa kita punya keinginan yang kuat untuk mencari ilmu. Sedangkan dosen sebagai seorang "Mu'addib" harus meyakini sedang mendidik dan membawa murid-muridnya menjadi seorang manusia yang beradab. Proses inilah yang disebut "Ta'dib" yaitu peradaban.
Selanjutnya kami diberi pencerahan pemikiran dan membuka wawasan kami dengan pertanyaan-pertanyaan. Apakah benar Allah menurunkan 3 agama, yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam? Apakah Islam itu bukanlah agama yang paling benar?
Agama Samawi adalah agama yang turun dari langit (langsung dari Allah SWT) dan agama Ardhi adalah agama yang muncul di muka bumi ini yang diciptakan oleh manusia. Islam adalah agama yang diturunkan Allah melalui perantara malaikat Jibril kepada hamba-Nya Muhammad SAW, sebagai utusan-Nya di muka bumi. Tidak seperti agama yang lain, Islam adalah satu-satunya agama yang tidak tereduksi oleh kebudayaan, ruang dan waktu. Sebagaimana dijamin oleh Allah bahwa agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam. (Q.S: Ali Imran:3:19)
Dr.Wido Supraha juga menjelaskan tentang toleransi yang mana arti toleransi adalah membiarkan agama lain beribadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing karena tidak ada paksaan di dalam Islam. Manakala agama yang tidak diridhoi Allah di dalam Al-Qur'an di sebut Bathil atau Dholal.
Selanjutnya beliau menegaskan tujuan kita belajar itu untuk apa? Kontens belajar harus benar dan sumber kebenaran adalah Al-Quran. Pelajaran agama yang berbasiskan Al-Qur'an dan mempelajari tentang kebenaran, kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kebenaran itu datangnya dr Allah dan kita dilarang menjadi orang-orang yang ragu. Karena belajar dengan sumber kebenaran akan mendapatkan keyakinan. Orang yang yakin kerena benar itu akan mendapatkan ketenangan dan rasa aman. Jiwanya menjadi tenang. Jika jiwanya tenang, orang tersebut pasti produktif dan cerdas, karena punya keberanian, motivasi, dan tidak pernah takut dalam urusan apa pun jua karena segala sesuatu yang dilakukannya berbasis kebenaran dan keyakinan.
SEJARAH PERADABAN ISLAM MENCAPAI KEGEMILANGAN
TERIMA KASIH... WASSALAMUA'LAIKUM.WR.WB...
Ahad, 10 Juli 2022















Komentar
Posting Komentar